Monday, 30 November 2020

Tentang Kala

Hai pembaca blog ku, kalian masih ingat tentang Kala, yang sempat ku ceritakan pada narasiku sebelumnya.

Kini ia menjelma bagai sosok asing dalam mimpiku. Tenang, tenang ia tak lagi mengolok olok ku, kali ini perawakannya sangat tenang, sangat damai.

Kau tahu tidak, beberapa kali ia menyunggingkan senyum nya yang manis ke arahku, iya, senyumnya yang benar-benar mengembalikan letihku yang patah, lengah ku yang payah.

Bahkan ia hadir dalam mimpi tidurku. Tawa renyahnya, sunggingan senyum lesung pipinya, ranum indah bibirnya, perpaduan sempurna dari Sang Maha Pencipta.

Asing

Renyuh debur menyibakmu

Merengkuhmu dalam lautan luka yang berdarah, merobek jala yang kau rajut semalaman.

Bergelanyut seiring angin pasang dan surut. Ia menungguimu dengan sisa sisa semilir yang dia punya.

Friday, 28 August 2020

Narasi (dialog diri)

"Brengsek !!!! Para penikmat  mimpi itu datang lagi, meluluh lantakkan kastil di ujung batas kota sana, yang puluhan tahun kau bangun dengan peluh keringatmu, dengan jerih payahmu, membangunnya satu persatu, lempung lempung tanah liat yang kau bentuk menjadi batu bata, kau susun satu persatu dengan semen harapan membentuk kastil benteng kepercayaan dirimu.

Sunday, 2 August 2020

Randu

Jumantara agung menyinarimu pada bias bias malam
Bisu ia menatapmu
Bisiknya sendu merayumu

Monday, 20 July 2020

Pendar

Hai nona,
Boleh aku bagi pendar ini bersamamu?
Dari sekian samar antar wajah wajah yang tertutupi gelap malam
Purnama enggan menyembulkan rupanya
Maka sini, biar ku bagi pendar ini agar tenggelam di wajahmu yang ayu.

Sunday, 24 May 2020

Rehat

Malam
Sebisik angin rindu berderu di telingamu
Mendayu dayu menggelitik inderamu
Bersama kecipuk air hujan sejak tadi sore
Yang enggan mengering

Saturday, 4 April 2020

Luruh

Bagaimana dia?
Bisa mati dibunuh oleh rasa sepi dalam dirinya.
Dikoyak oleh perasaannya sendiri
yang terlalu membumbung tinggi.

Perkenalan

Waktu membawa kita pada sekian temu
Pada jiwa jiwa yang baru
Kemudian runduklah
Senyaplah segala gema
Yang membatasi jarak antara sepersekian takdir yang muskil

Saturday, 4 January 2020

Dialog diri

Kau tahu bagaimana aku, kekuranganku lebihku, seluruhnya seutuhnya.
Lalu lahirlah engkau sebagai prasangka dalam satu tubuhku.
Aku mengajakmu berbicara
Seakan kita bisa mendiskusikan segalanya, mendiskusikan segala rencana luar biasa yang bisa kita gunakan untuk mengubah dunia, menjadi sevisioner itu dalam fantasi diskusi kita .
Dan tak jarang aku bertukar kisah dan keluhku padamu kau pun mendengar dengan seksama dengan rasa peduli utuh,

Rongga

Hilang deru itu
Dalam rongga kosong yang sama
Yang selalu jua tertutup oleh pemiliknya
Ditutupnya segala pintu
Hingga tiada satupun orang tahu bahwa rongga kosong dalam hatinya itu ada