Perahuku masih di galangan kapal
Dinding dinding tembaga yang rapuh itu
Atau tuas tuas yang patah oleh tuannya
Aku termenung, berlabuh dan meratap di galangan kapal
Saturday, 12 April 2014
Tanpa Nama
Lidah api menyembur dari kedua sisi
Mengembarakan dahagaku yang kian mencabik
Rona indah itu menenggelamkan
Mengembarakan dahagaku yang kian mencabik
Rona indah itu menenggelamkan
Dingin
Hari hari dingin senyap dan sepi
Seperti hari ini
Kadang ia matahari , kadang ia mendung , kadang ia hujan
Tapi apapun itu ia tetap dingin
Dingin dengan bias senja saat sore hari
Seperti hari ini
Kadang ia matahari , kadang ia mendung , kadang ia hujan
Tapi apapun itu ia tetap dingin
Dingin dengan bias senja saat sore hari
Bayang
Ada yang sirna sebelum terucap
Menghitung detik demi detik di tiap untaian hari
Menanti haru saat perjumpaan itu akan berakhir
Kemudian sepi
Menghitung detik demi detik di tiap untaian hari
Menanti haru saat perjumpaan itu akan berakhir
Kemudian sepi
Subscribe to:
Posts (Atom)