Pria itu menyeka aliran-aliran air mata yang menggenang pada pelupuk matanya, seketika derai itu lesap dengan sapuan lembut tangan pada pipinya. Ia tak mengerti bagaimana segala hal yang membuat sesuatu itu patah dan remuk berkali-kali dapat secepat itu dipulihkan dengan kehadiran sosok baru yang benar-benar asing.