Hai nona,
Boleh aku bagi pendar ini bersamamu?
Dari sekian samar antar wajah wajah yang tertutupi gelap malam
Purnama enggan menyembulkan rupanya
Maka sini, biar ku bagi pendar ini agar tenggelam di wajahmu yang ayu.
Nona,
Gadis lugu nan ceria membagi tawa
Membagi cerita pada majas majas yang kita cipta
Terimakasih,
Sudah izinkanku mengukir senyum pada parasmu di sepersekian detik lalu
Akan ucap yang kita lantunkan hingga senja
Serta penggalan penggalan perjalanan panjang hidup yang kita bagi bersama
Pahit, manis asam kira ramu jadi satu dalam hidangan pembuka kita.
Semoga pendar ini senantiasa menghangatkanmu, menerangi wajahmu serta senyummu yang tersimpul malu malu
No comments:
Post a Comment