Malam
Sebisik angin rindu berderu di telingamu
Mendayu dayu menggelitik inderamu
Bersama kecipuk air hujan sejak tadi sore
Yang enggan mengering
Meski telah kau basuh dengan rapalan
doa setelah sujud
Ia layaknya telisik gema
Menjelma dalam alam tidurmu
Menari nari di dalam anganmu
Resah menanti pejammu
Berhari hari
Malam
Berganti lagi
Angin dan hujan yang sama berderu lagi
Esok lusa yang juga sama
Penat yang sama hadir lagi
Mengusik pejammu jam istirahatmu
No comments:
Post a Comment