Tepat setahun sudah berlalu semenjak aku dan dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita. Hari menjelang sore, sayup-sayup suara radio dari dashboard mobil yang ku kendarai memutarkan sebuah lagu "Brisia Jodie - Tabu" , airmataku kembali mengalir teringat kembali akan kisahku dengannya. Segala hal yang berkaitan tentangnya masih ku bawa kemanapun aku pergi. Jilbab merah jambu yang ku kenakan hari ini adalah kado perpisahan terakhir yang ia berikan yang mana bertepatan dengan hari ulangtahunku.
Tuesday, 28 March 2023
Sunday, 24 July 2022
Merampas Ingatan
Aku ingin Kau merampas ingatan kelamku tentang segala kebodohan dan dosa yang sudah ku perbuat.
Kejadian itu begitu merampas segala perasaanku, bahkan mengambil alih mimpiku. Tuhan aku takut sekali. Amat sangat takut sekali. Sedang sekedar genggam jemari yang tak ku kehendaki rasanya amat menghantui, amat membuatku resah gelisah dan terbawa emosi.
Saturday, 16 July 2022
Catatan September
Monday, 11 July 2022
Buku adalah Teman Sejatiku
Hai kawan, mari ku ceritakan sejenak bagaimana aku bisa sangat menggilai buku-buku yang terpajang di perpustakaan, di rak rak toko buku etalase yang berjejer dan beriringan.
Masa kecilku mungkin akan terlihat unik dan berbeda di antara teman sebayaku, bukan berarti aku tak pernah menghabiskan waktu untuk bermain dan bersenang-senang dengan teman-temanku. Namun mendengarkan ibuku membacakan cerita dongeng dari majalah anak-anak setelah aku lelah dari seharian bermain adalah memori dan perasaan hangat nan terindah yang pernah hati ku rasakan.
Monday, 16 May 2022
Pesan yang Tak Tersampaikan
Izinkan aku bercerita padamu, tentang pesan yang tak pernah aku sampaikan ini. Tentang hari-hari yang kujalani, tentang cerita setiap hari yang tak lagi pantas ku utarakan padamu lagi, karena semua telah nyata bagiku, aku bukanlah inginmu. Namun agar batinku merasa lega, aku menuliskannya di sini, di blog sederhana ku ini yang jarang orang-orang datangi.
Sengaja ku menuliskannya di sini agar segala hal yang aku lewati, segala hal yang aku rasakan, segala hal yang telah mampu aku hadapi tercatat di sini, sebagai kenangan dan pembelajaran abadi sepanjang hayat ku. Agar dapat menjadi pelajaran bagi diriku di masa depan, dan juga orang-orang yang secara tak sengaja menjelajahi blog yang ku tuliskan.
Monday, 9 May 2022
Kembali Menjadi Asing
Berapa banyak hari yang bisa kau lalui dengan orang-orang baru. Dengan adanya mereka di hidupmu? Setahun? Dua tahun? Tiga tahun? Atau selamanya? Hingga tutup usia? Tidak, tidak ada yang tahu, bahkan sang waktu kerap bisu. Dirahasiakannya segala kemungkinan-kemungkinan itu, dipendamkannya masa depan yang kerap kali tak sesuai harapan. Perasaan hampa bukanlah satu-satunya yang kerap datang saat sendiri dalam sebuah ruang. Ada perih yang diam-diam suka memadu rasa.
Sunday, 1 May 2022
Kecemasan Akan Kehilangan
Waktu adalah misteri yang tak pernah kita ketahui, langkah-langkah serta perencanaan yang telah diatur rapi bisa saja tak sesuai fakta dan realita yang akan dijalani kedepannya. Aku menuliskan segala apa yang ku pikirkan dan ku rasakan dalam setiap harinya agar merasa jauh lebih lega, tanpa ada berisik yang tidak perlu memenuhi rongga kepala. Semua karena nasihatnya, cara-cara yang tepat untukku melakukan regulasi emosi yang ku rasakan, cara ku untuk mengurasi perasaan dan pikiran-pikiran yang mengganggu keseharianku. Agar tampak seperti biasanya, aku tak perlu berpura-pura baik-baik saja terhadap apa yang aku rasakan.
Saturday, 23 April 2022
Lingkar Mata Menyimpan Luka
Kesekian Luka
Hati ini terlalu lapang untuk menempatkan kesekian luka yang kenyataan torehkan.
Tiada yang dapat hidup membersamainya, tidak pernah merasa mampu untuk melanjutkan perjalanan menuju arah manapun. Langkah-langkah rapuhnya ia tutupi dengan menipu pandangan orang lewat apa yang ia posting di sosial medianya. Yang ia bisa lakukan hanya berpura-pura bahagia, berpura-pura tertawa, sibuk akan kerja dan pencapaian yang ada. Sibuk mengagendakan diri dengan sekian produktivitas dan kegiatan untuk menyamarkan lukanya.
Wednesday, 13 April 2022
Perjalanan
Setelah usai perkenalan kita beberapa tahun berjalan maka tibalah kita pada sebuah perjalanan.
Perjalanan yang apik tanpa hal yang perlu dipaksakan untuk berjalan.
Perkenalan singkat kita, waktu waktu kebersamaan kita, satu persatu terlewati hari demi hari.
Tak terasa sudah banyak waktu yang di lalui, meskipun terasa amat singkat.
Tibalah pada hari ini, hari dimana segala kebersamaan kita harus aku relakan untuk disudahi, ketika kamu menemukan tujuan yang kau sebut rumah.
Saturday, 26 March 2022
Hal-hal yang Membawamu Kembali
Tiada yang bisa dibenarkan dari sebuah pendapat dalam menyamaratakan keadaan. Setiap orang memiliki pilihan dan kemauan dalam bertindak, tugas kita hanyalah memberikan dukungan yang baik kepada setiap orang. Adalah hal yang tidak sepenuhnya mutlak dapat dinilai oleh mata manusia. Ego dalam diri manusia menunjukkan siapa dirimu sebenarnya di media sosial adalah upaya yang kau lakukan untuk menutupi kepahitan yang tidak ingin orang lain mengetahuinya.
Thursday, 13 January 2022
Terapi bagi Jiwa (Cacatan di balik dunia yang hening) 2
Robert sudah menemaniku mengarungi hari penuh kebahagiaan selama 6 hari tanpa jeda. Seperti kebiasaan dahulu yang gemar sekali makan makanan pedas dan juga minum kopi kesukaannya yang sudah 6 bulan belakangan tidak bisa ia lakukan. Ia senang sekali ketika aku menginginkan dia untuk kembali mencoba segala hal hal yang membuatnya senang. Begadang higga dini hari, blingsatan saat malam menyetel musik keras-keras, adiksi kopi yang memberi energi dan sumber daya bahagia dan semangatnya. Tidak tanggung-tanggung, bersama Lyrin ia mengajaknya untuk membuat sebuah karya, tidak hanya sebuah, namun 4 sekaligus malam itu. Ia mengajak Lyrin berbincang dengan penuh visi yang meluap-luap dalam dada nya. Dengan sumpah serapah refleksi dari kesedihan Lyrin terhadap hidupnya.
Sunday, 14 November 2021
Pintu Hati
Pria itu menyeka aliran-aliran air mata yang menggenang pada pelupuk matanya, seketika derai itu lesap dengan sapuan lembut tangan pada pipinya. Ia tak mengerti bagaimana segala hal yang membuat sesuatu itu patah dan remuk berkali-kali dapat secepat itu dipulihkan dengan kehadiran sosok baru yang benar-benar asing.
Saturday, 21 August 2021
Terapi Bagi Jiwa (1) Catatan di balik dunia yang hening.
Maaf jika aku hanya mampu bercerita lewat tulisan tulisan ini. Aku tak peduli jika suatu saat tulisan ini akan dikenal atau bahkan hanya menjadi salah satu tulisan tanpa seorangpun pernah membacanya di kanal dunia maya, dan hanya tersimpan di sebuah page halaman publik tanpa ada yang pernah singgah ataupun bersua. Aku menuliskan apapun yang ada dalam benakku di dalam blog ini. Mengetikkan segala yang ada di dalam isi kepala. Aku menerapkan ini sebagai terapi diri, tidak muluk muluk dan berharap mendapatkan banyak atensi.
Monday, 30 November 2020
Tentang Kala
Hai pembaca blog ku, kalian masih ingat tentang Kala, yang sempat ku ceritakan pada narasiku sebelumnya.
Kini ia menjelma bagai sosok asing dalam mimpiku. Tenang, tenang ia tak lagi mengolok olok ku, kali ini perawakannya sangat tenang, sangat damai.
Kau tahu tidak, beberapa kali ia menyunggingkan senyum nya yang manis ke arahku, iya, senyumnya yang benar-benar mengembalikan letihku yang patah, lengah ku yang payah.
Bahkan ia hadir dalam mimpi tidurku. Tawa renyahnya, sunggingan senyum lesung pipinya, ranum indah bibirnya, perpaduan sempurna dari Sang Maha Pencipta.
Friday, 28 August 2020
Narasi (dialog diri)
"Brengsek !!!! Para penikmat mimpi itu datang lagi, meluluh lantakkan kastil di ujung batas kota sana, yang puluhan tahun kau bangun dengan peluh keringatmu, dengan jerih payahmu, membangunnya satu persatu, lempung lempung tanah liat yang kau bentuk menjadi batu bata, kau susun satu persatu dengan semen harapan membentuk kastil benteng kepercayaan dirimu.
Saturday, 4 January 2020
Dialog diri
Lalu lahirlah engkau sebagai prasangka dalam satu tubuhku.
Aku mengajakmu berbicara
Seakan kita bisa mendiskusikan segalanya, mendiskusikan segala rencana luar biasa yang bisa kita gunakan untuk mengubah dunia, menjadi sevisioner itu dalam fantasi diskusi kita .
Dan tak jarang aku bertukar kisah dan keluhku padamu kau pun mendengar dengan seksama dengan rasa peduli utuh,