Renyuh debur menyibakmu
Merengkuhmu dalam lautan luka yang berdarah, merobek jala yang kau rajut semalaman.
Bergelanyut seiring angin pasang dan surut. Ia menungguimu dengan sisa sisa semilir yang dia punya.
Namun tangguhmu melebihi karang di lautan yang kau pijaki
Bahkan angin laut, bahkan renyuh debur, sibakan ombak
Tak mampu patahkan tuju mu
Lirih deru ombak membisikimu lagi.
Merayap pada pori pori geletar kedua kendang telingamu
Diceritakan oleh nya peristiwa
Dikatannya waktu yang fana
Diendapkannya pada kenang bertabur bara
Karena baginya, engkau adalah tuju yang dia mau
Meski kau tau, debur itu akan tersia
Kembali ke lautan sebagaimana saat ia tercipta
No comments:
Post a Comment