Bisa mati dibunuh oleh rasa sepi dalam dirinya.
Dikoyak oleh perasaannya sendiri
yang terlalu membumbung tinggi.
Kau petikkan nada
mengalunkan senandung
Kuciptakan liriknya
berharap pantas menyandingkannya
dengan alunan petikmu
Membuka segala hal yang kututup selama ini
Mengukir cerita dan tawa yang sama
Lalu semudah itu waktu merenggut jarak
Memudarkan kenang, mencampakkan setiap
sapa dan sekian percakapan yang terjalin
seiring memori yang tertoreh
Menegaskan ketakberartian
temu yang kuperjuangkan
Mengguriskan luka baru seiring
luka lama yang mulai pulih
Visi kita tak lagi sejalan
Logikaku mengambil alih
Memulihkan segala hal yang
Sebenarnya tak baik baik saja

No comments:
Post a Comment