Dan berakhir pula malam itu dengan hening malam yang tiada berkabut, tiada pula hujan mengguyur. Lagipula hidup harus terus berjalan, Terjebak pada masa lalu tidak akan bisa membuat kita melangkah kemana-mana.
Monday, 20 November 2023
Friday, 12 August 2022
Melepas yang Kandas
Tak ada yang mampu menggambarkan resahku pada bilah-bilah warna langit yang abu-abu itu. Sisi gelapnya tak mampu menjelaskan perasaan yang dibawa hujan ketika hendak turun ke bumi. Dari sekedar perhatian perhatian kecil, menyentuh kesadaran hati manusia, membuatnya sekilas berpaling akan cinta dari Yang Maha.
Wednesday, 27 July 2022
Eksponen
Aku tidak sedang membicarakan tentang matematika saat ku menulis judul ini. Ini adalah tentang sebuah tentang perasaan sakit yang berulang, mengganda dalam beberapa kelipatan hanya berbeda masa dan tahun.
Kau pasti bingung dengan istilah bahwa jiwa juga bisa bereksponen, mereka adalah kumpulan sifat-sifat yang terbagi di antara jiwa mu yang lain dan menjadi satu kesatuan kepribadian dirimu.
Sunday, 24 July 2022
Merampas Ingatan
Aku ingin Kau merampas ingatan kelamku tentang segala kebodohan dan dosa yang sudah ku perbuat.
Kejadian itu begitu merampas segala perasaanku, bahkan mengambil alih mimpiku. Tuhan aku takut sekali. Amat sangat takut sekali. Sedang sekedar genggam jemari yang tak ku kehendaki rasanya amat menghantui, amat membuatku resah gelisah dan terbawa emosi.
Saturday, 16 July 2022
Teman Bicara
"Din, aku harap aku punya teman bicara. Sedang selama ini aku selalu membisiki masalahku melalui telingamu yang hanya berupa wujud hiasan dinding. Din, orang-orang barangkali akan menganggapku gila jika aku mengenalkan dirimu pada mereka. Namun ketahuilah Din, kamu selalu ada ketika aku sedang sendiri. Aku harap kamu nyata dan bisa memeluk segala resahku."
"Din, Dini terimakasih "
Monday, 11 July 2022
Buku adalah Teman Sejatiku
Hai kawan, mari ku ceritakan sejenak bagaimana aku bisa sangat menggilai buku-buku yang terpajang di perpustakaan, di rak rak toko buku etalase yang berjejer dan beriringan.
Masa kecilku mungkin akan terlihat unik dan berbeda di antara teman sebayaku, bukan berarti aku tak pernah menghabiskan waktu untuk bermain dan bersenang-senang dengan teman-temanku. Namun mendengarkan ibuku membacakan cerita dongeng dari majalah anak-anak setelah aku lelah dari seharian bermain adalah memori dan perasaan hangat nan terindah yang pernah hati ku rasakan.
Saturday, 23 April 2022
Repetisi dalam Langkah
Redupmu lindap diterkam sunyinya malam
Tangismu menguap dibawa linang dan hembus sang angin
Dirimu hilang diawa jiwa yang berkelana pada sekian kemungkinan
Kesekian Luka
Hati ini terlalu lapang untuk menempatkan kesekian luka yang kenyataan torehkan.
Tiada yang dapat hidup membersamainya, tidak pernah merasa mampu untuk melanjutkan perjalanan menuju arah manapun. Langkah-langkah rapuhnya ia tutupi dengan menipu pandangan orang lewat apa yang ia posting di sosial medianya. Yang ia bisa lakukan hanya berpura-pura bahagia, berpura-pura tertawa, sibuk akan kerja dan pencapaian yang ada. Sibuk mengagendakan diri dengan sekian produktivitas dan kegiatan untuk menyamarkan lukanya.
Thursday, 14 April 2022
Langkahku
Tak ada serenda nada di sini
Meninggalkan petik petik kelam yang tertanam di dasar lentera jiwa
Kenangnya menarik paksa
Memetik harapan yang lama tertuai di dalam buku buku cerita
Wednesday, 13 April 2022
Perjalanan
Setelah usai perkenalan kita beberapa tahun berjalan maka tibalah kita pada sebuah perjalanan.
Perjalanan yang apik tanpa hal yang perlu dipaksakan untuk berjalan.
Perkenalan singkat kita, waktu waktu kebersamaan kita, satu persatu terlewati hari demi hari.
Tak terasa sudah banyak waktu yang di lalui, meskipun terasa amat singkat.
Tibalah pada hari ini, hari dimana segala kebersamaan kita harus aku relakan untuk disudahi, ketika kamu menemukan tujuan yang kau sebut rumah.
Thursday, 13 January 2022
Terapi bagi Jiwa (Cacatan di balik dunia yang hening) 2
Robert sudah menemaniku mengarungi hari penuh kebahagiaan selama 6 hari tanpa jeda. Seperti kebiasaan dahulu yang gemar sekali makan makanan pedas dan juga minum kopi kesukaannya yang sudah 6 bulan belakangan tidak bisa ia lakukan. Ia senang sekali ketika aku menginginkan dia untuk kembali mencoba segala hal hal yang membuatnya senang. Begadang higga dini hari, blingsatan saat malam menyetel musik keras-keras, adiksi kopi yang memberi energi dan sumber daya bahagia dan semangatnya. Tidak tanggung-tanggung, bersama Lyrin ia mengajaknya untuk membuat sebuah karya, tidak hanya sebuah, namun 4 sekaligus malam itu. Ia mengajak Lyrin berbincang dengan penuh visi yang meluap-luap dalam dada nya. Dengan sumpah serapah refleksi dari kesedihan Lyrin terhadap hidupnya.
Saturday, 21 August 2021
Terapi Bagi Jiwa (1) Catatan di balik dunia yang hening.
Maaf jika aku hanya mampu bercerita lewat tulisan tulisan ini. Aku tak peduli jika suatu saat tulisan ini akan dikenal atau bahkan hanya menjadi salah satu tulisan tanpa seorangpun pernah membacanya di kanal dunia maya, dan hanya tersimpan di sebuah page halaman publik tanpa ada yang pernah singgah ataupun bersua. Aku menuliskan apapun yang ada dalam benakku di dalam blog ini. Mengetikkan segala yang ada di dalam isi kepala. Aku menerapkan ini sebagai terapi diri, tidak muluk muluk dan berharap mendapatkan banyak atensi.
Monday, 16 August 2021
Racun Harapan
Aku tak akan memberikan andil pada rana hidup seseorang.
Dedaunan itu bergemercik menanggapi perkataan ku.
Ia mengulas angin yang berhembus dari sekian ujar dan ratapku.
Menyimpulkannya pada helaian daun daun basah dan menguap begitu saja.
Thursday, 20 May 2021
Ekosistem Batang Tubuh
Layaknya makhluk hidup yang lainnya
Rumput rumput itu bersuara, pepohonan pepohonan itu menderu
Diantara riuh deru mesin yang melahap batang tubuh penghuninya
Dan diantara lahap api yang lapar
Berkobar menyebar tandas hingga akar
Sunday, 28 February 2021
Seperempat Abad Perjalanan Hidup
Monday, 30 November 2020
Asing
Renyuh debur menyibakmu
Friday, 28 August 2020
Narasi (dialog diri)
"Brengsek !!!! Para penikmat mimpi itu datang lagi, meluluh lantakkan kastil di ujung batas kota sana, yang puluhan tahun kau bangun dengan peluh keringatmu, dengan jerih payahmu, membangunnya satu persatu, lempung lempung tanah liat yang kau bentuk menjadi batu bata, kau susun satu persatu dengan semen harapan membentuk kastil benteng kepercayaan dirimu.
Sunday, 2 August 2020
Randu
Bisu ia menatapmu
Bisiknya sendu merayumu
Monday, 20 July 2020
Pendar
Boleh aku bagi pendar ini bersamamu?
Dari sekian samar antar wajah wajah yang tertutupi gelap malam
Purnama enggan menyembulkan rupanya
Maka sini, biar ku bagi pendar ini agar tenggelam di wajahmu yang ayu.
Sunday, 24 May 2020
Rehat
Sebisik angin rindu berderu di telingamu
Mendayu dayu menggelitik inderamu
Bersama kecipuk air hujan sejak tadi sore
Yang enggan mengering