Sunday, 7 September 2014

Purnama Kedua

Ini malam dingin yang sama Sunny.
Malam yang biasa dengan purnama bundar keemasan di wajah sang malam.
Malam dingin yang sama.
Saat aku masih menanti purnamamu melabuhkan cahanya untukku.

Saturday, 12 April 2014

Perahu ,Ombak dan Galangan Kapal

Perahuku masih di galangan kapal
Dinding dinding tembaga yang rapuh itu
Atau tuas tuas yang patah oleh tuannya
Aku termenung, berlabuh dan meratap di galangan kapal

Tanpa Nama

Lidah api menyembur dari kedua sisi
Mengembarakan dahagaku yang kian mencabik
Rona indah itu menenggelamkan

Dingin

Hari hari dingin senyap dan sepi
Seperti hari ini
Kadang ia matahari , kadang ia mendung , kadang ia hujan
Tapi apapun itu ia tetap dingin
Dingin dengan bias senja saat sore hari

Bayang

Ada yang sirna sebelum terucap
Menghitung detik demi detik di tiap untaian hari
Menanti haru saat perjumpaan itu akan berakhir
Kemudian sepi