Jumantara agung menyinarimu pada bias bias malam
Bisu ia menatapmu
Bisiknya sendu merayumu
Dirakitnya tandu tandu dari kayu bambu
Ia hadir untuk membawamu
Diajaknya turut serta dalam istana yang dia bangun dengan berpuluh puluh cawan madu
Selangsang kata kata menyibak dari ucapnya
Dari kedua belah matanya
Isyarat dari geraknya
Menghadapmu lagi
Ia enggan menerima tunduk malumu
Disibaknya rambut agar tatap matanya sejajar dengan tatap matamu
Agar tenggelamnya senja ini selaras dengan beban yang dipikulnya, dari bagimu ke bahunya
Dari sandarmu ke damainya
Dari hatimu ke hatinya

No comments:
Post a Comment