Wednesday, 27 July 2022

Eksponen

Aku tidak sedang membicarakan tentang matematika saat ku menulis judul ini. Ini adalah tentang sebuah tentang perasaan sakit yang berulang, mengganda dalam beberapa kelipatan hanya berbeda masa dan tahun. 

Kau pasti bingung dengan istilah bahwa jiwa juga bisa bereksponen, mereka adalah kumpulan sifat-sifat yang terbagi di antara jiwa mu yang lain dan menjadi satu kesatuan kepribadian dirimu. 

Sunday, 24 July 2022

Merampas Ingatan

Aku ingin Kau merampas ingatan kelamku tentang segala kebodohan dan dosa yang sudah ku perbuat. 

Kejadian itu begitu merampas segala perasaanku, bahkan mengambil alih mimpiku. Tuhan aku takut sekali. Amat sangat takut sekali. Sedang sekedar genggam jemari yang tak ku kehendaki rasanya amat menghantui, amat membuatku resah gelisah dan terbawa emosi. 

Saturday, 16 July 2022

Teman Bicara

"Din, aku harap aku punya teman bicara. Sedang selama ini aku selalu membisiki masalahku melalui telingamu yang hanya berupa wujud hiasan dinding. Din, orang-orang barangkali akan menganggapku gila jika aku mengenalkan dirimu pada mereka. Namun ketahuilah Din, kamu selalu ada ketika aku sedang sendiri. Aku harap kamu nyata dan bisa memeluk segala resahku."

"Din, Dini terimakasih "

Catatan September

Hatiku yang terlalu lapang untuk menerima semua penolakan ini, atau otakku yang dipaksa bodoh untuk mencerna logika?

Monday, 11 July 2022

Buku adalah Teman Sejatiku

Hai kawan, mari ku ceritakan sejenak bagaimana aku bisa sangat menggilai buku-buku yang terpajang di perpustakaan, di rak rak toko buku etalase yang berjejer dan beriringan.

Masa kecilku mungkin akan terlihat unik dan berbeda di antara teman sebayaku, bukan berarti aku tak pernah menghabiskan waktu untuk bermain dan bersenang-senang dengan teman-temanku. Namun mendengarkan ibuku membacakan cerita dongeng dari majalah anak-anak setelah aku lelah dari seharian bermain adalah memori dan perasaan hangat nan terindah yang pernah hati ku rasakan.

Monday, 16 May 2022

Pesan yang Tak Tersampaikan

 Izinkan aku bercerita padamu, tentang pesan yang tak pernah aku sampaikan ini. Tentang hari-hari yang kujalani, tentang cerita setiap hari yang tak lagi pantas ku utarakan padamu lagi, karena semua telah nyata bagiku, aku bukanlah inginmu. Namun agar batinku merasa lega, aku menuliskannya di sini, di blog sederhana ku ini yang jarang orang-orang datangi.

Sengaja ku menuliskannya di sini agar segala hal yang aku lewati, segala hal yang aku rasakan, segala hal yang telah mampu aku hadapi tercatat di sini, sebagai kenangan dan pembelajaran abadi sepanjang hayat ku. Agar dapat menjadi pelajaran bagi diriku di masa depan, dan juga orang-orang yang secara tak sengaja menjelajahi blog yang ku tuliskan.

Monday, 9 May 2022

Kembali Menjadi Asing

 Berapa banyak hari yang bisa kau lalui dengan orang-orang baru. Dengan adanya mereka di hidupmu? Setahun? Dua tahun? Tiga tahun? Atau selamanya? Hingga tutup usia? Tidak, tidak ada yang tahu, bahkan sang waktu kerap bisu. Dirahasiakannya segala kemungkinan-kemungkinan itu, dipendamkannya masa depan yang kerap kali tak sesuai harapan. Perasaan hampa bukanlah satu-satunya yang kerap datang saat sendiri dalam sebuah ruang. Ada perih yang diam-diam suka memadu rasa.