Dunia benar-benar telah merampas segala ingin dan jam tidurku yang harusnya bisa diteraturi saja.
Aku kadang berpikir, apakah ini balasan dari-Nya atas upayaku mengakhiri hubungan yang tidak di ridhai-Nya antar manusia.
Padahal ku tahu segala hukum yang ada di Dunia tidak berjalan layaknya rumus matematika.
Ungkapan puisi terakhir WS Rendra terputar terus menerus dalam benakku.
Seperempat abad hidupku telah merasakan berkerut kening dan pilu sembilu akan harap yang senantiasa Ia patahkan.
Beginikah cara Ia menyayangi hambanya?
Beginikah cara Ia melindungi diri hambanya?
Dan, beginikah cara Ia meringankan dosa yang dilakukan oleh hambanya?
No comments:
Post a Comment