Aku tidak sedang membicarakan tentang matematika saat ku menulis judul ini. Ini adalah tentang sebuah tentang perasaan sakit yang berulang, mengganda dalam beberapa kelipatan hanya berbeda masa dan tahun.
Kau pasti bingung dengan istilah bahwa jiwa juga bisa bereksponen, mereka adalah kumpulan sifat-sifat yang terbagi di antara jiwa mu yang lain dan menjadi satu kesatuan kepribadian dirimu.
Eksponensial ini seperti sudah ku pahami berkali-kali, bagaimana alur cerita sebuah peristiwa akan terjadi, bagaimana akhir tak bahagia itu berulang-ulang berkali-kali terjadi dalam rentang kejadian yang sama persih keadaannya. Hanya berbeda waktu, berbeda latar berbeda orang.
Manusia begitu unik kan? Perasaan batin juga sama uniknya, logika tak pernah mampu untuk mengarahkannya dengan bebas. Anehnya lagi, wanita memiliki ke sensitifan yang jauh lebih intens ketimbang yang lainnya. Membuatnya selalu terlihat rapuh, gampang menangis.
Aku bersemayam dalam beberapa eksponensial jiwaku, meleburkan jumlahnya hingga tergenapi dalam masa perjalanan panjangku. Aku tak tahu akan dipangkatkan berapa lagi oleh-Nya di masa sisa hidupku.
Yang ku tahu eksponensial ini tak boleh aku definisikan sendiri.....
No comments:
Post a Comment