Monday, 16 August 2021

Racun Harapan

 Aku tak akan memberikan andil pada rana hidup seseorang.

Dedaunan itu bergemercik menanggapi perkataan ku.

Ia mengulas angin yang berhembus dari sekian ujar dan ratapku.

Menyimpulkannya pada helaian daun daun basah dan menguap begitu saja.

Thursday, 20 May 2021

Ekosistem Batang Tubuh

Layaknya makhluk hidup yang lainnya

Rumput rumput itu bersuara, pepohonan pepohonan itu menderu

Diantara riuh deru mesin yang melahap batang tubuh penghuninya

Dan diantara lahap api yang lapar

Berkobar menyebar tandas hingga akar

Sunday, 28 February 2021

Seperempat Abad Perjalanan Hidup

Detik dan jeda berdentum mengusik gusar 
mencipta deru 
beribu ribu pekat menelisik
mengaburkan mata pandang
merapuhkan langkah

Monday, 30 November 2020

Tentang Kala

Hai pembaca blog ku, kalian masih ingat tentang Kala, yang sempat ku ceritakan pada narasiku sebelumnya.

Kini ia menjelma bagai sosok asing dalam mimpiku. Tenang, tenang ia tak lagi mengolok olok ku, kali ini perawakannya sangat tenang, sangat damai.

Kau tahu tidak, beberapa kali ia menyunggingkan senyum nya yang manis ke arahku, iya, senyumnya yang benar-benar mengembalikan letihku yang patah, lengah ku yang payah.

Bahkan ia hadir dalam mimpi tidurku. Tawa renyahnya, sunggingan senyum lesung pipinya, ranum indah bibirnya, perpaduan sempurna dari Sang Maha Pencipta.

Asing

Renyuh debur menyibakmu

Merengkuhmu dalam lautan luka yang berdarah, merobek jala yang kau rajut semalaman.

Bergelanyut seiring angin pasang dan surut. Ia menungguimu dengan sisa sisa semilir yang dia punya.

Friday, 28 August 2020

Narasi (dialog diri)

"Brengsek !!!! Para penikmat  mimpi itu datang lagi, meluluh lantakkan kastil di ujung batas kota sana, yang puluhan tahun kau bangun dengan peluh keringatmu, dengan jerih payahmu, membangunnya satu persatu, lempung lempung tanah liat yang kau bentuk menjadi batu bata, kau susun satu persatu dengan semen harapan membentuk kastil benteng kepercayaan dirimu.

Sunday, 2 August 2020

Randu

Jumantara agung menyinarimu pada bias bias malam
Bisu ia menatapmu
Bisiknya sendu merayumu