Redupmu lindap diterkam sunyinya malam
Tangismu menguap dibawa linang dan hembus sang angin
Dirimu hilang diawa jiwa yang berkelana pada sekian kemungkinan
Aku menunggu
Kamu tergugu
Aku merangkai kata
Kamu merapal logika
Aku berjalan tergesa
Kamu bergerakpun tidak
Aku mengakhiri langkah dengan ucap salam "Sampai Jumpa"
Kamu diam seribu bahasa
Aku mengenangmu pada tapal batas Selat Sunda
Kamu tenggelam di dasanya
Aku berharap purnama akan tiba
Kamu bak hujan badai yang melesapkannya
Langkah ini butuh akhir tujuan
Repetisi dan berulang
Berputar pada keadaan yang kembali sama
Dihinggapi hayal dan rasa penasaran
Menghilang seakan tak ada seperti bayang saat malam
Harusnya aku merebahkan diri pada rerumputan hijau yang tiada dapat berbisik dan meracau dengan keengganan.
Karena sudah kodratnya untuk menerima.
No comments:
Post a Comment