Saturday, 26 March 2022

Ucapan Sederhana

Barangkali kerapuhan manusia itulah yang membuat setiap manusia membutuhkan bantuan orang lain. Dikala kita butuh dukungan, butuh teman untuk sekedar berbagi keluh kesah ataupun banyak hal lainnya. Kadang diri sendiri merasa malu atau takut jika masalahnya diketahui oleh orang lain, menjadi konsumsi publik buah bibir bagi tetangga dan sekitarnya, merasa takut disalahkan atas keadaan yang terjadi. Kita saat membagikan cerita kehidupan kepada orang yang salah seringnya dihakimi, disalahkan, bahkan kepercayaan yang kita berikan padanya malah dibeberkan tanpa tendeng aling-aling. Menjadikan masalah yang awalnya kita bagi untuk dapat melegakan hati kepada orang terpercaya malah dibeberkan sedemikian rupa, seakan tak ada lagi empati. Lalu setelah itu apa yang dapat kita lakukan? Bercerita lewat doa dan meminta kepada Yang Kuasa sudah di lakukan, namun selayaknya manusia kita pasti membutuhkan bantuan orang lain. Status manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat dielakkan dari kisi kehidupan kita. Maka di sinilah peran penting orang yang profesional dalam menangani permasalahan hidup sesamanya dibutuhkan. Namun kadang saat menemui masalah dan kita enggan bercerita kepada orabg terdekat, dan tidak percaya kepada mereka karena alasan yang sudah aku sebutkan di atas membuat seseorang bisa saja menemui jalan buntu, mengambil jalan pintas untuk keluar dari permasalahan hidupnya.

Luka fisik jaluh lebih bisa terdeteksi oleh diri kita dibandingkan luka batin, namun stigma negatif kebanyakan masyarakat yang awam terhadap itu masih banyak hingga hari ini, sampai-sampai diri sendiri malu jika menemui orang profesional yang menangani kasus seperti ini, dalam hal ini adalah psikolog dan psikiater. Orang-orang pada umumnya berpendapat bahwa mereka yang mengunjungi klinik/RSJ semacam itu hanyalah orang-orang yang kehidupannya tidak normal dan tidak rasional lagi sebagai manusia. Padahal mereka pun sama seperti kita, sama-sama manusia, hanya saja tingkat ketahanan jiwa seseorang dalam menangani permasalahan hidup dan pengalaman hidup yang pernah dijalani tiap orang memang berbeda-beda. Bukanlah pembenahan jika kita menyamaratakan tingkat ketahanan seseorang dalam menghadapi permasalahannya. Sama halnya dengan kebugaran tubuh, tiap orang berbeda-beda. Ada yang tahan latihan fisik hingga berjam-jam, ada juga yang hanya berlari-lari kecil 5 menit saja sudah merasa kelelahan.

Pertemuan dan perkenalan ku dengan berbagai macam orang yang berbeda, cara pandang mereka yang berbeda serta sikap perilaku mereka yang berbeda memberikanku banyak pembelajaran dari pengalaman hidup mereka. Sehingga ucapan terimakasih selalu aku haturkan kepada mereka, sebagai orang yang tertutup, mendapatkan teman yang dapat sepenuhnya menerima diri ini adalah hal yang sangat berarti buat diriku sendiri.

Satu lagi ucapan sederhana yang tak kalah berartinya selain terimakasih, ucapan yang selalu mengingatkan diriku untuk tidak menghakimi dan mencari pembenaran atas cara pandang orang lain adalah pertanyaan sederhana yang selalu psikolog ku tanyakan setiap sesi pertemuan kami "Pelajaran apa yang bisa kamu ambil dari hal tersebut?"

No comments:

Post a Comment