Luka fisik jaluh lebih bisa terdeteksi oleh diri kita dibandingkan luka batin, namun stigma negatif kebanyakan masyarakat yang awam terhadap itu masih banyak hingga hari ini, sampai-sampai diri sendiri malu jika menemui orang profesional yang menangani kasus seperti ini, dalam hal ini adalah psikolog dan psikiater. Orang-orang pada umumnya berpendapat bahwa mereka yang mengunjungi klinik/RSJ semacam itu hanyalah orang-orang yang kehidupannya tidak normal dan tidak rasional lagi sebagai manusia. Padahal mereka pun sama seperti kita, sama-sama manusia, hanya saja tingkat ketahanan jiwa seseorang dalam menangani permasalahan hidup dan pengalaman hidup yang pernah dijalani tiap orang memang berbeda-beda. Bukanlah pembenahan jika kita menyamaratakan tingkat ketahanan seseorang dalam menghadapi permasalahannya. Sama halnya dengan kebugaran tubuh, tiap orang berbeda-beda. Ada yang tahan latihan fisik hingga berjam-jam, ada juga yang hanya berlari-lari kecil 5 menit saja sudah merasa kelelahan.
Pertemuan dan perkenalan ku dengan berbagai macam orang yang berbeda, cara pandang mereka yang berbeda serta sikap perilaku mereka yang berbeda memberikanku banyak pembelajaran dari pengalaman hidup mereka. Sehingga ucapan terimakasih selalu aku haturkan kepada mereka, sebagai orang yang tertutup, mendapatkan teman yang dapat sepenuhnya menerima diri ini adalah hal yang sangat berarti buat diriku sendiri.
Satu lagi ucapan sederhana yang tak kalah berartinya selain terimakasih, ucapan yang selalu mengingatkan diriku untuk tidak menghakimi dan mencari pembenaran atas cara pandang orang lain adalah pertanyaan sederhana yang selalu psikolog ku tanyakan setiap sesi pertemuan kami "Pelajaran apa yang bisa kamu ambil dari hal tersebut?"
No comments:
Post a Comment