Dua tatap mata mendekap rindu yang
tercermin pada kabutnya mega
Masihkah berarti sebuah rindu
di tengah kosongnya hati
Senyap,
Aku menunggu rindu menjemputku
tatap mata rindu yang dulu teduh menyapaku
Lalu,
Malah hujan yang mendatangiku
Rindu nyatanya tak pernah menyapa
Ia hanya tendunduk lantas pergi
Tak ada haru, atau sapaan merdu
Aku tahu rindu akan berbuat sekejam itu padaku
Aku sungguh tahu, namun aku lantas tetap menunggu

No comments:
Post a Comment