Monday, 22 August 2016

Dermaga Kedua

Segalanya terjatuh dalam jernih dekapan air mata.
Senyum pilu pada perjumpaan terakhir, menjadi sebuah kesaksian takdir.
Aku tetap berpijak membawa sekeping hati ke dermaga.

Melayarkanya menuju dermaga kedua.
Dan ku teguk air samudra sambil mendengarkan elegi pagi buta bersenandung.
Biar asaku dapat tentram dan tenggelam di dasarnya.
Tengah Laut Selat Sunda,bakauheni-merak

No comments:

Post a Comment