Sunday, 17 July 2016

Mimpi

Aku masih berjalan di relung mimpi mimpi.
Mendapati diriku bahagia bersama sosok diri sebuah mimpi.
Tetapi mengapa bukan kamu?
Yang menunggu dan membukakan pintumu untukku?
Mengapa bukan kamu?

Yang melangkah sejalan bersama di relung mimpiku?
Mengapa bukan kamu?
Lelaki bermata teduh, dengan cahaya kemilau yang jernih di wajahnya?
Sedang saat itu aku melihatmu dan kau melihatku.
Kau melihat seperti tak melihat apapun, bergerak seperti diam.
Aku masih berjalan di relung mimpi mimpi.
Bersama sosok diri sebuah mimpi , yang entah siapa?
Kau adalah sinar senja yang pertama ku tangkap
Dan kau adalah redup yang pertama kali ku lihat

No comments:

Post a Comment