Sunday, 7 September 2014

Purnama Kedua

Ini malam dingin yang sama Sunny.
Malam yang biasa dengan purnama bundar keemasan di wajah sang malam.
Malam dingin yang sama.
Saat aku masih menanti purnamamu melabuhkan cahanya untukku.



Namun, aku telah terjerat Sunny.
Aku telah terjerat warna  suram dari purnama indah itu.
Ini hatiku Sunny masih sama seperti yang kau tahu.
Cahaya itu tetap padamu Sunny ku.
Ya, cahaya emas itu.

Aku hanya terikat pada bulan purnama warna suram.
Karena tetap, cahaya itu ada padamu Sunny.
Ia hanya memancarkan sinar kebahagiaan sebagian.
Yang sepenuhnya ada padamu.
Tetap, sinar pusat bahagiaku padamu.

No comments:

Post a Comment