Kutulis
semua apa yang kurasa. Sejenak langkah terhenti dan ku sadari ku bergerak
STATIS di jalur aman di titik dimana aku berdiri sekarang. Tiada jiwa yang
pernah berontak sekalipun kenyataan begitu pahit menghalau di depan mata.
Harapku yang kian memudar dan menjemput bahagianya pelahan kurelakan. Jika
nyata bahagia bagiku hanyalah ini, aku ingin hidup dalam lingkar peristiwa dan
tiada beban mendera di jiwa. Namun kehendak-Nya berkata lain, hanya kekuatan hati
yang sanggup memanggulnya.
Akhir
kisah hidup yang tak pernah ku ketahui membawaku pelahan melangkah bersama
waktu. Ku rajut detik demi detik satu persatu , lembar demi lembar peristiwa
yang akan menjadi kenangan terdalam selama hidupku. Dan bahagia bagiku adalah
menikmati kehidupan , menyadari bahwa hidup berharga di setiap detiknya menjadi
sesuatu yang amat berarti bagi mereka dan orang-orang di sekitar kita. Bahagia
itu ada dalam jiwa dan fikiran kita karena kita adalah apa yang kita fikirkan.
Dari
hati yang tak pernah bersua , kuharap kebahagiaan itu hadir dalam setiap hadti
yang memiliki harapan.
Inilah
sisi lain dari diriku. Hanya aku dan diri-Nya yang benar benar mengenali
diriku.
No comments:
Post a Comment